Rahasia,Sejarah,dan Istilah Dalam Kraton Yogyakarta

21 10 2010

Kraton merupakan duplikat kosmos yang memiliki kekuatan sentrifugal dengan lingkungannya. Bentuk bangunan Kraton, yang nantinya menjadi sumber bagi planologi kota Yogyakarta penuh dnegan symbol hidup dan kehidupan manusia. Hubungan Tuhan-Manusia,-alam semesta tergambar dalam bentuk bangunan yang memberikan pemahaman filosofis, baik secara metafissis maupun antropologi filsafati.

 

Rahasia Kraton Yogyakarta:

1. Krapyak adalah gambaran tempat asal roh-roh. Di sebelah utaranya terletak kampung Mijen, berasal dari kata wiji (benih), jalan lurus ke utara, di kanan kini dihiasi pohon Asem dan Tanjung, menggambarkan kehidupan sang anak yang lurus, bebas dari rasa sedih dan cemas, rupanya nengsemaken serta di sanjung-sanjung selalu.

2. Plengkung Nirbaya (Gading). Plengkung ini9 menggambarkan periode sang anak menginjak dari masa kanak2 ke masa pra puber. Dimana sifatnya masih nengsemaken (pohon Asem)dan juga suka menghias diri) (nata sinom). Sinom merupakan daun asem yang masih muda.

3. Alun-alun selatan. Disini terdapat 2 pohon beringin yang disebut Wok. Wok berasal dari kata brewok. 2 pohon beringin ditengah2 alun-alun. Hal tersebut mengambarkan “bagian tubuh yang paling rahasia”, oleh sebab itu diberi pagar batu. Jumlah 2 menunjukkan laki2, sedang namanya Supiturang melambangkan perempuan. Disekitar alun2 ini terdapat 5 buah jalan yang bersatu sama lainmenunjukkan panca indera, tanah berpasir artinya belum tersatur, lepas satu sama lain. apa yang ditangkap belumtersatur oleh panca indera. Keliling alun2 ditanami pohon Kweni dan pakel artinya sang anak sudah wani (berani karena sudah akil balig)

4. Siti hinggil, arti arfiah tanah yg ditinggikan. Disini terdapat sebuah tratag atau tempat istirahat beratap anyaman bambu kanan kirinya tumbuh pohon Gayam dengan daun-daunnya yang rindang serta bunga-bunganya harum wangi. Siapa saja yang berteduh dibawah tratag ini akan merasa aman, tenteram senang dan bahagia. Menggambarkan rasa laki2 dan perempuan yang sedang dirindu asmara.

5. Halaman kemandungan, menggambarkan benih dalam kandungan sang ibu.

6. Regol Gadung Mlati sampai kemagangan merupakan jalan yang sempit kemudian melebar dan tersang benderang. Suatu gambaran Anatomis kelahiran sang bayi. Disini bayi kemudian magang (kemagangan) menjadi calon manusia dalam arti sesungguhnya.

7. Bangsal Mangun_Tur_Tangkil, sebuah bangsalkecil yang terletak di tratag Sitihinggil. Jadi sebuah bangsal di dalam bangsal yang mempunyai arti bahwa didalam tubuh kita (wadag) terdapat roh/ jiwa. Manguntur Tangkil berarti tempat yang tinggi untuk anangkil, yaitu menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa dengan mengheningkan cipta atau bersemedi.

8. Tarub Hagung, merupakan bangunan yang mempunyai 4 tiang tinggi dari pilar besi yang mempunyai bentuk empat persegi. Arti bangunan ini ialah: siapa yang gemar samadi, sujud kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berada selalu dalam keagungan

9. Pagelaran, yang bersasal dari kata pagel =Pagol= Pager = batas dan aran=nama. Dimana habislah perbedaan manusia, baik laki2 atau perempuan , terutama dihadapan Tuhan, sehingga semua kalangan di dalam Kraton menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa krama inggil yang dirubah, yang disebut bahasa bagongan.

10. Alun2 utara (lor) menggambarkan suasanan “nglangut” atau sepi, suasana hati dalam semedi. Pohon beringin ditengah alun2 menggambarkan suasana seakan2 kita terpisah dari diri kita sendiri. Mikrokosmos bersatu dalam Makrokosmos. Simpang empat disebelah utara menunjukkan godaan dalam samadi. Apaka kita memilih jalan lurus (Siratal Mustaqim) atau jalan menyimpang ke kanan-kiri.

11. Pasar Beringhardjo, pusat godaan setelah kita mengambil jalan lurus berupa godaan akan wanita cantik, makanan yang lezat serta barang2 mewah.

12. Kepatihan, lambang godaan akan kedudukan atau kepangkatan

13. Sampailah kita pada Tugu/pal putih, simbol dari tempat Alif Mutakaliman Wachid, bersatunya hamba dan Tuhan. Mengenai manunggaling Kawulo Gusti”

 

Sejumlah kampung di Yogyakarta ternyata memiliki keunikan karena proses penamaannya yang hampir seragam. Ada kampung yang namanya didasarkan pada profesi yang banyak ditekuni warganya, golongan kerabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit. Kampung-kampung itu berdasarkan letaknya bisa dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu Jeron Beteng (kawasan dalam kompleks Kraton Yogyakarta) dan Jaba Beteng (kawasan di luar kompleks kraton Yogyakarta)

 

Jeron Beteng (dalam benteng) :

kampung:”Nama Mantrigawen diambil karena warganya merupakan abdi dalem kepala pegawai,”

kampung:”Gamelan diambil karena warganya bermatapencaharian sebagai pembuat tapal kuda.”

kampung:”Siliran merupakan tempat tinggal abdi dalem Silir yang bertugas menyalakan lampu penerangan”

kampung:”Namburan ditinggali abdi dalem yang bertugas membunyikan gamelan.”

kampung:”Patehan adalah rumah abdi dalem pembuat teh sedangkan”

kampung:”Nagan adalah kediaman penabuh gamelan Jawa.”

Njaba Beteng (luar benteng) :

kampung:”Nama Pajeksan diambil karena kawasan itu didiami jaksa,”

kampung:”Dagen diambil karena dulu merupakan tempat tinggal tukang kayu.”

kampung:”Gowongan merupakan tempat tinggal tukang bangunan”

kampung:”Jlagran didiami tukang batu.”

kampung:”Kampung lain seperti Prawirotaman merupakan kediaman Prajurit.Bregada Prawirotomo”

kampung:”Mantrijeron kediaman bregada Mantrijero”

kampung:”Bugisan merupakan kediaman bregada Bugis”

kampung:”Wirobrajan merupakan kediaman bregada Wirobrojo”

kampung:”Patangpuluhan merupakan kediaman bregada Patangpuluh”

kampung:”Jogokrayan adalah kediaman prajurit Jogokaryo.”

Njabane Njaba Beteng (sungguh sangat diluar benteng) :

kampung:”Kampung Kranggan yang terletak di utara Tugu dan Pecinan yang terletak di selatan Malioboro dulu didiami oleh orang-orang Cina.”

kampung:”Kampung Sayidan menjadi tempat tinggal orang-orang Arab.”

kampung:”Menduran ditinggali oleh orang-orang Madura.”

kampung:”Keturunan Eropa yang umumnya merupakan orang Belanda tinggal di wilayah Loji Kecil yang terletak di dekat Benteng Vredeburg, Kotabaru yang terletak di timur laut Malioboro, dan Sagan yang ada di dekat Jalan Solo.”

 

Mudah-mudahan  artikel ini bermanfaat bagi para pendatang maupun orang asli Jogja, dan semoga dengan artikel ini kita dapat menjadi lebih tau tentang sejarah dan seluk beluk kota Jogja :D

 

 

 

di kutip dari forum Kaskus Regional Yogyakarta


Actions

Information

2 responses

25 01 2011
vina noviana

wahh kraton yogya..jd pgen k sna lg ^^

10 04 2011
yopa21

Jogja emang ngangenin mb, pindah aja ke jogja :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: